Cara Daftar Haji Reguler Terbaru: Alur Lengkap dari Bank sampai Dapat Nomor Porsi
Mendaftar haji reguler sebenarnya tidak rumit. Yang sering membuat calon jemaah bingung bukan prosedurnya, melainkan urutannya: mana yang harus dilakukan lebih dulu, dokumen apa yang wajib dibawa, dan di titik mana nomor porsi akhirnya keluar.
Ada satu hal penting yang belum banyak diketahui: urusan haji kini tidak lagi berada di bawah Kementerian Agama. Penyelenggaraan ibadah haji dan umrah sudah dipegang oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj RI). Artinya, banyak panduan yang beredar di internet — termasuk yang masih menyebut “daftar haji di Kemenag” — sudah tidak sesuai dengan kondisi terbaru.
Panduan ini menyusun ulang seluruh proses menjadi tiga tahap utama yang bisa Anda selesaikan dalam satu hari kerja, plus catatan praktis dari pengalaman langsung mendampingi pendaftaran di kantor layanan haji Kota Bekasi.
Baca juga : Pindah PIN Haji Khusus
Penting Diketahui: Haji Kini di Bawah Kemenhaj, Bukan Kemenag
Sebelum masuk ke prosedur, pahami dulu perubahan kelembagaan ini agar Anda tidak salah alamat.
Urusan haji dan umrah sekarang ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI). Kementerian ini merupakan peningkatan status dari Badan Penyelenggara Haji, sekaligus peleburan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) yang sebelumnya berada di Kementerian Agama. Kemenhaj bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Konsekuensi praktisnya bagi calon jemaah:
- Titik pendaftaran mengikuti kantor layanan Kemenhaj di kabupaten/kota, bukan lagi Ditjen PHU Kemenag. Di beberapa daerah lokasi fisiknya masih di gedung yang sama karena masa transisi, tapi nomenklatur layanannya sudah berubah.
- Perizinan PIHK dan PPIU (penyelenggara haji khusus dan umrah) kini berada di bawah kewenangan Kemenhaj.
- Panduan lama masih beredar luas. Banyak artikel dan bahkan brosur yang belum diperbarui. Selalu konfirmasi ke kantor layanan haji setempat sebelum datang.
Yang tidak berubah: besaran setoran awal, alur tiga tahap, dokumen persyaratan, peran BPKH sebagai pengelola dana, dan sistem nomor porsi. Jadi jika Anda pernah membaca panduan lama, substansinya tetap relevan — hanya nama institusinya yang perlu disesuaikan.
Apa Itu Haji Reguler dan Mengapa Harus Daftar Sekarang
Haji reguler adalah jalur keberangkatan haji yang diselenggarakan langsung oleh pemerintah, bukan oleh travel swasta. Biayanya paling terjangkau, tetapi masa tunggunya paling panjang.
Masa tunggu haji reguler di Indonesia saat ini berada di kisaran belasan hingga puluhan tahun, tergantung kuota masing-masing kabupaten/kota. Artinya, satu tahun menunda pendaftaran berarti satu tahun lebih lama menunggu. Inilah alasan banyak keluarga memilih mendaftarkan anak atau orang tua sedini mungkin, bahkan sebelum dananya benar-benar siap untuk pelunasan.
Setoran awal Rp25 juta bukan biaya haji. Ia adalah “tiket antrean” yang membuat nama Anda tercatat resmi di SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu). Sisa biaya baru dilunasi belasan tahun kemudian, saat tahun keberangkatan Anda tiba.
Syarat Daftar Haji Reguler 2026
Sebelum berangkat ke bank, siapkan hal-hal berikut:
Syarat calon jemaah:
- Beragama Islam
- Berusia minimal 12 tahun pada saat mendaftar
- Sehat jasmani dan rohani
- Memiliki KTP yang masih berlaku sesuai domisili
- Belum pernah berhaji, atau sudah lebih dari 10 tahun sejak haji terakhir
Dokumen yang perlu dibawa (asli + fotokopi):
- KTP
- Kartu Keluarga (KK)
- Akta kelahiran atau surat kenal lahir atau ijazah
- Buku nikah (bagi yang sudah menikah)
- Pas foto berwarna 3×4 dengan latar putih, tampak wajah 80%, tanpa kacamata, berpakaian sopan sesuai syariat
Dana yang perlu disiapkan:
- Setoran awal Rp25.000.000
- Tambahan saldo mengendap sesuai ketentuan bank, umumnya Rp100.000–Rp500.000
Jadi total dana yang perlu ditransfer ke rekening haji sekitar Rp25,1 juta sampai Rp25,5 juta, tergantung bank yang Anda pilih. Konfirmasikan nominal pastinya ke petugas bank sebelum setor.
3 Tahap Cara Daftar Haji Reguler 2026
Tahap 1 — Buka Rekening Haji di Bank Penerima Setoran (BPS-BPIH)
Datangi bank syariah yang berstatus BPS-BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji), misalnya BSI, Bank Muamalat, atau bank syariah lain yang ditunjuk. Pilih cabang yang sesuai domisili KTP.
Di bank, Anda akan:
- Membuka rekening tabungan haji atas nama sendiri
- Menyetorkan dana setoran awal Rp25 juta, yang kemudian ditransfer ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)
- Menandatangani surat pernyataan pemenuhan syarat pendaftaran haji
- Menerima Surat Validasi Setoran Awal BPIH yang memuat Nomor Validasi
Bukti validasi ini adalah dokumen paling penting di tahap ini. Tanpa nomor validasi, proses di kantor pemerintah tidak bisa diproses. Biasanya bukti setoran perlu ditempeli pas foto 3×4 dan materai.
Catatan penting: setelah setoran awal, Anda hanya punya waktu maksimal 5 hari kerja untuk melanjutkan pendaftaran ke kantor layanan haji. Jangan lewat dari tenggat ini.
Tahap 2 — Serahkan Berkas ke Kantor Layanan Haji Kabupaten/Kota
Bawa surat validasi dari bank beserta seluruh dokumen (asli dan fotokopi) ke kantor layanan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di kabupaten/kota sesuai domisili KTP. Di sejumlah daerah, layanan ini masih menempati gedung dan loket yang sama seperti sebelum pengalihan dari Kemenag, jadi jangan bingung jika petunjuk arah di lapangan belum semuanya diperbarui.
Di sana Anda akan:
- Menyerahkan berkas ke counter pendaftaran untuk diverifikasi petugas SISKOHAT
- Mengisi dan menandatangani formulir SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji)
- Menjalani perekaman biometrik: pengambilan foto wajah dan sidik jari
Petugas akan mencetak SPPH dalam beberapa lembar, masing-masing ditempeli pas foto 3×4.
Tahap 3 — Terima Nomor Porsi Haji
Setelah verifikasi dan biometrik selesai, Anda akan menerima lembar Bukti Setoran Awal BPIH yang sudah ditandatangani dan distempel dinas. Di lembar inilah tercantum nomor porsi haji Anda — deretan angka yang menjadi bukti sah bahwa nama Anda sudah masuk daftar tunggu nasional.
Simpan lembar ini bersama buku rekening haji di tempat yang aman dan kedap air. Dokumen fisik ini akan diminta kembali belasan tahun kemudian saat masa pelunasan tiba.
Estimasi tahun keberangkatan bisa dicek kapan saja menggunakan nomor porsi tersebut melalui aplikasi resmi pemerintah dan portal layanan haji. Karena kanal digital haji sedang dalam masa penyesuaian ke Kemenhaj, sebaiknya tanyakan langsung ke petugas aplikasi mana yang saat ini dipakai untuk pengecekan porsi di wilayah Anda.
H2: Catatan Lapangan: Pengalaman Daftar Haji di Kantor Kemenhaj Kota Bekasi
Prosedur di atas berlaku nasional. Tapi di lapangan, kecepatan layanan sangat ditentukan oleh jam kedatangan. Berikut catatan dari pendampingan pendaftaran di Kota Bekasi:
- Selesaikan urusan bank di hari sebelumnya. Buka rekening haji di BSI dengan setoran Rp25,5 juta (Rp25 juta setoran awal + Rp500 ribu saldo mengendap). Cukup bawa KTP, KK, dan akta kelahiran.
- Datang pukul 07.30. Kantor belum buka, tapi antrean sudah mulai terbentuk. Langsung menuju lantai 2 tempat layanan haji berada.
- Pukul 08.00 tepat, masukkan berkas ke counter foto 1. Ini titik masuk pertama. Berkas diperiksa di counter yang sama, lanjut foto dan sidik jari.
- Setelah foto, BPIH langsung keluar. Jika berkas lengkap dan Anda datang di gelombang pertama, seluruh proses bisa selesai sebelum jam makan siang.
Kesimpulannya sederhana: yang menentukan Anda pulang jam 10 atau jam 3 sore bukan kelengkapan berkas saja, tapi seberapa pagi Anda tiba.
Hal yang Sering Terlewat Calon Jemaah
- Jangan setor lewat perantara. Setoran awal harus disetorkan langsung ke rekening BPKH melalui bank resmi, bukan ke rekening pribadi atau rekening travel.
- Waspadai tawaran “berangkat cepat tanpa antre” untuk jalur reguler. Nomor porsi reguler tidak bisa dipercepat oleh siapa pun. Jika Anda ingin masa tunggu lebih pendek, jalurnya adalah Haji Khusus (ONH Plus) melalui PIHK yang berizin resmi Kemenhaj.
- Nomor porsi tidak hangus. Jika calon jemaah meninggal atau berhalangan permanen, porsi dapat dilimpahkan ke ahli waris langsung sesuai ketentuan, atau dana dikembalikan melalui prosedur pembatalan.
- Tetap menabung selama masa tunggu. Setoran awal hanya sebagian kecil dari total BPIH. Sisa pelunasan ditetapkan setiap tahun melalui keputusan resmi pemerintah.
- Jaga kesehatan sejak sekarang. Istitha’ah kesehatan menjadi syarat pelunasan. Antrean puluhan tahun berarti Anda akan berangkat di usia yang jauh lebih tua.
Sambil Menunggu, Umroh Bisa Jadi Persiapan Terbaik
Masa tunggu haji reguler yang panjang membuat banyak jemaah memilih menunaikan umroh lebih dulu. Selain menuntaskan kerinduan ke Baitullah, umroh juga menjadi latihan nyata: mengenal ritme ibadah di Masjidil Haram, memahami manasik secara praktik, dan mengukur kesiapan fisik sendiri.
Dauroh Travel mendampingi jemaah dari Bekasi dan sekitarnya untuk perjalanan umroh dan Haji Khusus dengan pembimbing berpengalaman. Jika Anda baru mendapatkan nomor porsi hari ini, ada baiknya berkonsultasi tentang pilihan yang tersedia selama masa tunggu.
FAQ
Berapa biaya daftar haji reguler 2026? Setoran awal Rp25 juta, ditambah saldo mengendap rekening sesuai ketentuan bank (umumnya Rp100 ribu–Rp500 ribu). Total sekitar Rp25,1–25,5 juta.
Daftar haji sekarang di Kemenag atau Kemenhaj? Di Kemenhaj. Penyelenggaraan haji dan umrah sudah dialihkan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj RI). Datangi kantor layanan Kemenhaj di kabupaten/kota sesuai domisili KTP.
Apakah bisa daftar haji secara online? Pendaftaran awal dapat dimulai melalui aplikasi resmi pemerintah, namun perekaman foto, sidik jari, dan pencetakan SPPH tetap wajib dilakukan dengan datang ke kantor secara fisik.
Berapa lama proses pendaftaran haji reguler? Jika berkas lengkap dan Anda datang pagi, proses di kantor layanan haji bisa selesai dalam satu hari kerja.
Berapa usia minimal daftar haji reguler? Minimal 12 tahun pada saat mendaftar.
Apakah nomor porsi haji bisa dipindahkan ke orang lain? Hanya dalam kondisi tertentu, seperti jemaah meninggal atau sakit permanen, dan hanya kepada ahli waris langsung melalui prosedur resmi.
Berapa lama masa tunggu haji reguler? Bervariasi antara belasan hingga puluhan tahun tergantung kuota kabupaten/kota. Cek estimasi keberangkatan menggunakan nomor porsi Anda di kanal resmi layanan haji.
